VMS

2010k282010bUTCTue, 23 Feb 2010 14:06:24 +0000 27, 2008 at 11:41 (Uncategorized)

Traffic Light

Traffic Light merupakan sarana untuk memudahkan pengaturan pada para pengendara kendaraan untuk mendapatkan antrian berjalan sesuai urutan yang telah ditentukan. Traffic Light ditujukan agar kendaraan dapat berjalan dengan tertib dan lancer sesuai lampu indikator yang memberikan tanda kapan harus berhenti, kapan harus hati – hati, dan kapan harus berjalan. Jadi, pada umumnya traffic light merupakan peraturan yang harus ditaati oleh semua pemakai jalan agar arus lalu lintas tidak macet. Biasanya traffic light dipasang dipertigaan jalan, perempatan, simpang lima, dan sebagainya.

Elemen Penting Traffic Light

Controller Traffic Light

Tipe Kontrol traffic light menggunakan High Speed Microprocessor, dimana secara teknis dapat dipersiapkan sebagai satu kesatuan sistem ATCS spesifikasi:

1. Jumlah phase tak terbatas 4 pendestrian, 44 lampu signal independent , multi program minimal 366 x 24 = 8.784 group program ( setiap jam dalam setahun dapat berbeda ), bisa berdasar data survey , Kable line atau wireless, dilengkapi MMC Card minimal 128 MB, upgradable to ATCS.

2. Bisa kabel/wireless antar box aspek, minimize kabel hanya untuk AC, (Wireless Communication with Hopping Frequency).

3. Setting lampu dapat dilakukan secara wireless via Short Message System (SMS) Modem GSM/HP dengan aplikasi khusus sehingga programming waktu mudah dan sederhana.

4. Tidak ada gerakan mekanis dalam operasinya karena semua dikendalikan oleh microprocessor hight speed, menjamin umur ekonomisnya.

5. Dapat menerima perintah dari pusat kendali traffic light melalui media SMS dan wireless system.

Elemen – Elemen Traffic Light

1.Lampu Lampu yang digunakan adalah lampu pijar warna dengan tegangan AC 220 Volt dan daya 5 Watt. Lampu pijar tersebut terdiri dari 3 warna yaitu merah, kuning dan hijau. Karena yang akan dibuat adalah miniatur perempatan, maka jumlah kebutuhan untuk masing-masing warna tersebut adalah 4 kali. Sementara itu, masing-masing cabang perempatan membutuhkan 3 buah lampu dengan warna yang berbeda. Dengan demikian, kebutuhan lampu pijar untuk masing-masing warna pada sebuah perempatan adalah 1 buah. Jadi, total lampu pijar yang dibutuhkan adalah 4 buah lampu warna merah, 4 buah lampu warna kuning, dan 4 buah lampu warna hijau dengan spesifikasi yang sama yaitu 5 Watt / 220 Volt AC.

2.Vitting Tempel Vitting tempel adalah alat untuk menghubungkan lampu pijar dengan sumber AC 220 Volt. Rangkaian traffic light ini membutuhkan vitting temple sebanyak 12 buah, disamakan dengan kebutuhan lampu pijar.

3. Kabel Penghubung Kabel penghubung adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan lampu yang satu dengan lampu yang lainnya dalam rangkaian traffic light.

4. Kabel Power AC Kabel power AC adalah kabel yang menghubungkan sumber tegangan 220 volt ke rangkaian pengendali untuk catu daya rangkaian.

5. Kabel Port Printer Kabel port printer adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan komputer dengan rangkaian pengendali. Kabel tersebut memiliki 25 pin. Namun yang akan digunakan untuk mengendalikan traffic light hanya 6 pin saja. Adapun gambar dari Paralel port adalah seperti berikut

Gbr(1-2) : Parallel Port

6. Rangkaian Pengendali
Rangkaian pengendali adalah rangkaian yang digunakan sebagai driver pengendalian dan digunakan untuk memproses sinyal keluaran dari port printer untuk menyalakan lampu traffic light. Rangkaian pengendali ini terdiri atas resistor, dioda, transistor dan relay.

1.Resistor
Secara harfiah resistor berarti hambatan. Sebagai komponen elektronika, resistor berfungsi mengatur serta membatasi arus listrik.Secara umum, resistor disimbolkan seperti gambar dibawah ini :

Besarnya nilai tahanan resistor ditentukan oleh warna yang tertera pada badan resistor.Kode-kode warna tersebut dapat dilihat dalam table berikut :

2.Dioda
Dioda adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi untuk menyearahkan arus. Dioda memiliki dua terminal yaitu Anoda dan Katoda. Simbol dioda adalah seperti berikut :

Arah panah yang menggambarkan dioda menunjukkan arah arus konvensional (berlawanan dengan aliran elektron). Bagian belakang panah dinamakan anoda dan ujung panah dinamakan katoda. Dioda merupakan komponen nonlinier yang resistansinya bergantung pada arus yang mengalir. Oleh karena itu dioda hanya dibenarkan untuk ayunan sinyal yang kecil saja. Adapun contoh gambar dioda adalah sebagai berikut :

Gbr(4-2) : Dioda

3.Transistor
Transistor berasal dari kata transfer resistor yang dikembangkan oleh Berdeen, Shockley, dan Brittam pada tahun 1948 di perusahaan elektronik Bell Telephone Laboratories. Penamaan tersebut berdasarkan prinsip kerjanya, yaitu mentransfer atau memindahkan arus. Transistor memiliki tiga buah kaki, yaitu basis, kolektor dan emitor. Sedangkan jenis transistor ada dua macam yaitu transistor jenis NPN dan Transistor jenis PNP. Adapun simbol dari transistor adalah sebagai berikut :

Pada jenis NPN, kaki emitor selalu lebih negatif terhadap kolektornya. Pada jenis PNP berlaku hal sebaliknya. Transistor dapat juga disebut sebagai penahan arus yang dapat diatur, karena dengan transistor kita dapat mempengaruhi kekuatan suatu arus. Transistor mengatur arus dengan cara elektronis. Tidak ada suatu tombol atau lainnya yang digunakan untuk pengaturannya. Sebuah transistor terdiri dari dua buah dioda yang telah digabungkan dengan cara yang sangat khusus yang dapat digambarkan sebagai berikut :

Gbr(6-2) : Skema Transistor

4.Relay
Relay dapat dianggap sebagai salah satu komponen Digital, karena pada dasarnya relay bekerja dengan mode ON/OFF. input relay dan kontak merupakan bagian outputnya. Relay merupakan komponen elektronika yang dapat difungsikan sebagai saklar. Relay ini akan menghubungkan rangkaian beban menjadi ON atau OFF sesuai dengan pemberian energi elektromagnetis. Energi tersebut akan menyebabkan relay membuka atau menutup kontak pada rangkaian. Adapun contoh gambar relay adalah seperti berikut :

Diagram banyaknya kendaraan bermotor yang melewati Traffic Light Simpang Dago dalam 1 minggu

Grafik banyaknya kendaraan bermotor yang melewati Traffic Light Simpang Dago dalam 1 minggu

Diposkan oleh Bink’s Blogger di 10:37 0 komentar

Selasa, 2009 Maret 24

Konsep Teknologi (CCTV)

CCTV

Pengertian CCTV

CCTV (Closed Circuit Television) atau dalam bahasa Indonesianya yaitu Telivisi dengan Sirkuit Tertutup adalah perangkat peralatan pengawas (surveillance) yang memonitor keadaan sekitar melalui kamera pengintai yang terdiri dari kamera dan system DVR (Digital Video Recording).
CCTV memiliki kamera yang akan mentransmisikan image video ke tempat yang spesifik dan jumlah televisi yang terbatas. Perbedaannya dengan bentuk televisi CCTV tidak dapat menerima monitor lain, bahkan jika di area yang sama sekalipun, kecuali monitor tersebut telah masuk ke dalam area CCTV.

Cara Menggunakan CCTV

Mengenal Teknologi suatu Network Camera

Suatu Network Camera umumnya memiliki alamat IP tersendiri serta fungsi-fungsi tertentu yang sifatnya sudah built-in untuk mengatur system komunikasi jaringan. Semua yang dibutuhkan untuk dapat melihat tampilan gambar melalui jaringan sudah terbentuk dalam satu unit tertentu. Suatu Network Camera dapat digambarkan sebagai kombinasi antara suatu kamera dengan satu computer, yang terhubung secara langsung ke dalam satu jaringan sebagaimana perangkat jaringan lainnya dan disertai dengan software-software tertentu seperti misalnya Web server, FTP server, FTP client, email client dan koneksi untuk alarm.
Saat ini terdapat pula beberapa network camera yang bahkan sudah dilengkapi pula dengan fungsi-fungsi tambahan lainnya yang juga banyak dibutuhkan seperti motion detection dan output video analog. Adapun cara kerja sederhana suatu network camera dapat dilihat pada gambar di atas.
Komponen kamera akan menangkap obyek gambar yang akan ditransformasikan menjadi sinyal-sinyal elektronik, dan selanjutnya sinyal-sinyal tersebut akan dikonversikan dari format analog menjadi format digital dan ditransfer melalui sebuah komputer dan dikompresi untuk selanjutnya dikirim melalui jaringan.

Kegunaan dan Dampak Positif CCTV

System CCTV biasanya digunakan untuk alasan keamanan atau komersial ketika orang memerlukannya bila berada di lingkungan yang berbahaya, selain itu pula CCTV berguna untuk:

• Pengawasan 24 jam non-stop
• Meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja karyawan
• Mengawasi babysitter / pembantu dari kantor anda
• Mengawasi sarang burung walet dari kejauhan
• Mengawasi proses belajar mengajar putra-putri anda di sekolah
• Dapat lengkapi dengan option rekaman suara
• Pengawasan melalui tv monitor oleh petugas keamanan secara real time.
• Meningkatkan produktifitas dan mencegah klaim asuransi yang palsu
• Melihat rumah anda sewaktu anda ke luar kota atau keluar negeri
• Anda dapat melihat lokasi pabrik dengan kamera dari rumah
• Mendapatkan bukti otentik jika terjadi peristiwa yang tidak dikehendaki

Dampak Negatif

• Dampak negatif dari CCTV yakni apabila alarm tidak berfungsi secara lancar maka proteksi dan keamanan akan mudah dijebol oleh para penjahat.
• Membuat para pemontering menjadi pemalas, contohnya Melakukan kegiatan pengawasan para pekerja/pegawai secara langsung akan berkurang dan komunikasi antara atasan dan pegawai berkurang.
• Apabila dipergunakan untuk memontering anak maka HAK anak itu berkurang .

Cara menanggulangi dampak negative

• Perawatan kamera dan alarm CCTV dilakukan secra rutin agar alarm dan kamera tetap stand by dan berfungsi dengan baik agar par penjahat tidak mudah menjebol rumah atau perusahaan yang kita pasangi perangakat CCTV .
• Tidak hanya perawatan alarm dan kamera saja Perawatan system juga perlu diperhatikan , Kita hanya 1 bulan mengawasi system kerjanya dan memindahkan hasil rekaman yang perlu disimpan pada system CCTV. Supaya tidak mempengaruhi kinerja system CCTV (DVR) konsumen diharapkan tidak mengoperasikan program lain dalam satu DVR (untuk PC BASE misalkan internet atau program lainnya).
• Tidak perlu berlebihan untuk pementoringan anak, karena dapat mengambil HAK anak.

2 Comments

  1. poedjiono said,

    suka

  2. fauzhi said,

    terima kasih :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.